Pada
kali ini saya akan membahas tentang contoh pengusaha sukses muda yang ada di
Indonesia sebagai bahan tugas pengantar Bisnis saya. Saya berasal dan tinggal
di kota Bogor, dan kebetulan banyak pengusaha pengusaha cafe-cafe ataupun rumah
makan yang ada di Bogor. Jadi saya akan membahas tentang salah satu pengusaha
cafe yang ada di Bogor yaitu Momomilk. Tidak dapat dipungkiri, anak-anak remaja
jaman sekarang, minimal sekali dalam seminggu menyempatkan diri untuk sekedar
hangout bersama teman-teman, bahkan orang dewasa pun melakukan hal ini,
terutama hangout ke cafe-cafe atau restaurant-restauran keren untuk mengambil
gambar makanan/minuman disana lalu mempost-nya ke social media. Momo Milk bisa
menjadi cafe yang rekomended banget untuk hangout. Dari namanya saja sudah
terlihat bahwa café yang satu ini bernuansa susu sapi. Apapun inofasi dari susu
sapi ada di café yang dibuat sejak Januari tahun 2011 ini, seperti fresh milk,
milkshake, dan yogurt.
Rasa-rasanya
pun sangat inofativ, seperti karamel, anggur, melon, oreo, dan masih banyak
lagi. Menurut wawancara saya dengan pemilik Momomilk, Haidar Wurjanto, nama
“Momo Milk” ini tidak memiliki filosofi yang berat. “Aku sih cari nama yang
keep it simple keep it stupid aja”, ujar Haidar.
Mungkin
sekarang sudah mulai banyak café bernuansa susu, tetapi Momo Milk mempunyai
daya tarik tersendiri yang membedakan Momo Milk dengan café susu yang lainnya,
yaitu gelas yang dipakai untuk mewadahi susu sangat lucu dan unik.
Propeti-properti yang lucu dan unik inilah yang dijadikan Haidar sebagai salah
satu cara untuk promosi. “Perilaku konsumen yang kita incer itu banyak yang
suka nge- path dan foto-foto. Selain word of mouth, perilaku konsumen tersebut
kita jadikan salah satu tools untuk promosi. Makanya kita buat yang aneh-aneh
dan lucu-lucu”, ujar Haidar. Pegawai-pegawai Momo Milk di cabang Jl. Bukit
Tunggul No. 11 juga melakukan satu kebiasaan yang lucu. Saat lonceng yang ada
tepat di pintu masuk café Momo Milk dibunyikan oleh konsumen, dari pegawai
pengantar pesanan sampai koki serentak berteriak “susu……… moooooooooo…..”. Ini
menjadi satu daya tarik pula bagi Momo Milk.
Bertempat
di Bogor Junction, Jalan Jenderal Sudirman dan Kantin Sapta, kampus Institut
Pertanian Bogor Dramaga, Kedai Momo Milk memiliki omzet hingga puluhan juta per
bulannya. Kedai yang berdiri sejak 2011 lalu ini, menjual minuman berbahan
dasar susu yang dipasteurisasi sebagai menu utama. Haedar Wurjanto, selaku
pemilik Kedai Momo Milk mengaku membidik anak muda sebagai target pasarnya.
”Anak muda bukan hanya ’dipaksa’ untuk menyukai susu, tetapi karena minum susu
adalah sebagian dari gaya hidup sehat,” kata Haedar. Untuk melanggengkan
usahanya, Haedar menguatkan beberapa konsep dari Kedai Momo Milk. ”Kita
menguatkan konsep di menu, penyajiannya, dan kemasan. Bahkan, alat-alat makan
kita konsep secara matang agar tampil menarik hati pengunjung,” urainya. Dia
mengatakan bahwa susu diambil dari daerah Cibubulang, Kabupaten Bogor. ”Susu
tersebut merupakan susu dengan grade A, yang kadar lemaknya tinggi, rasanya
gurih, dan secara mikrobiologi, patogennya pun sedikit.” ”Susu ini lalu diolah,
dipasteurisasi. Selain tetap sebagai susu murni, kita juga membuat yoghurt.
Nama-nama minuman unggulan ada Reo Milkshake, Caramel Milkshake, Durian
Milkshake, dan lain-lain,” tambahnya. Membuka kedainya di dua tempat, Haedar
mengakui bahwa omzetnya mencapai puluhan juta per bulannya. ”Omzet Kedai Momo
Milk cukup lumayan. Untuk di Bogor Junction, omzetnya rata-rata Rp 50 juta per
bulan, sedangkan di Kantin Sapta, Kampus IPB, besar omzet sekitar Rp 20 juta
per bulan/
Sumber
: http://sharingdisana.com/2014/06/09/cafe-unik-momo-milk/
Saya
sangat kagum pada Haidar Wurjanto, karena dia orang yang tidak gampang
menyerah. Yang tadinya dia hanya membuka warung kecil di pinggir jalan raya,
sekarang dia sudah mempunyai 3 cafe yang semuanya kebetulan terletak di Bogor.
Banyak
cobaan yang dilalui, tapi dia tidak menyerah. Baru beberapa bulan ini salah
satu cafenya terpaksa di tutup sementara karena masalah perizinan dari
pemerintahan kota Bogor yang tidak memberi izin karena cafenya terletak di
daerah pemukiman warga.
Dari
hal ini saya bisa banyak belajar, belajar dari benar benar nol besar sampai
bisa sesukses itu. Walaupun cafenya masih berada di sekitar daerah Bogor,
tetapi sudah terkenal sampai luar Bogor. Apa lagi jika akhir pekan, banyak
sekali warga dari luar Bogor yang berkunjung ke Momomilk.
Komentar
Posting Komentar